Membangun ruang aman di sekolah: integrasi psikoedukasi dan pendampingan anti-bullying pada siswa sekolah dasar
DOI:
https://doi.org/10.65881/creative.v1i4.227Keywords:
psikoedukasi, bullying, siswa sekolah dasar, pendampingan, ruang amanAbstract
Tujuan: untuk meningkatkan pemahaman siswa sekolah dasar mengenai bullying melalui psikoedukasi anti-bullying yang terintegrasi dengan pendampingan berkelanjutan, serta mengevaluasi perubahan pemahaman siswa berdasarkan hasil pre-test dan post-test dalam mendukung terciptanya lingkungan sekolah yang aman dan suportif.
Metode: menggunakan pendekatan psikoedukasi yang dilaksanakan pada 38 siswa kelas IV SDN Gunungsari No. 587 melalui empat tahapan, yaitu persiapan, intervensi psikoedukasi, edukasi dan penguatan, serta evaluasi dan pendampingan. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test.
Hasil: menunjukkan peningkatan rata-rata skor pemahaman siswa dari 58,132 pada pre-test menjadi 82,842 pada post-test, dengan kenaikan sebesar 42,5%. Kegiatan partisipatif dan pendampingan juga menunjukkan indikasi perubahan positif dalam interaksi sosial siswa serta memperoleh respons positif dari wali kelas.
Kesimpulan: integrasi psikoedukasi dan pendampingan anti-bullying berpotensi meningkatkan pemahaman siswa serta mendukung interaksi sosial yang positif. Pendekatan ini dapat menjadi upaya preventif dalam membangun lingkungan sekolah dasar yang aman, inklusif, dan suportif.
Kontribusi: kegiatan ini menjadi model preventif anti-bullying untuk mendukung lingkungan sekolah yang aman dan inklusif.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 CREATIVE: Jurnal Pengabdian Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
How to Cite
Abstract views: 131
|
PDF downloads: 40




















