Pendampingan pendidikan berbasis kearifan lokal: internalisasi nilai religius, moral, dan sosial tradisi mandi safar
DOI:
https://doi.org/10.65881/creative.v1i3.99Keywords:
tradisi mandi safar, kearifan lokal, pendidikan karakter, internalisasi nilai budaya, pelestarian budaya lokalAbstract
Tujuan: untuk meningkatkan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap nilai religius, moral, sosial, dan budaya yang terkandung dalam tradisi mandi safar.
Metode: menggunakan pendekatan pendampingan partisipatif melalui tahapan observasi, identifikasi kebutuhan masyarakat, sosialisasi nilai-nilai budaya, diskusi interaktif, refleksi bersama, serta evaluasi kegiatan. Pendampingan melibatkan tokoh adat, tokoh agama, masyarakat, dan generasi muda untuk memahami serta menginternalisasikan nilai religius, moral, sosial, dan budaya dalam tradisi mandi safar.
Hasil: adanya peningkatan pemahaman masyarakat terhadap nilai religius, moral, sosial, dan budaya yang terkandung dalam Tradisi Mandi Safar. Kegiatan pendampingan juga berhasil meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya pelestarian budaya lokal sebagai media pendidikan karakter dan penguatan identitas budaya masyarakat desa Air Hitam Laut.
Kesimpulan: kegiatan pengabdian ini menunjukkan bahwa pendampingan berbasis kearifan lokal efektif dalam memperkuat pemahaman dan kesadaran masyarakat terhadap nilai-nilai tradisi mandi safar.
Kontribusi: terletak pada penguatan pendidikan berbasis kearifan lokal melalui pemanfaatan tradisi mandi safar sebagai media internalisasi nilai religius, moral, dan sosial.
Downloads
Downloads
Published
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 CREATIVE: Jurnal Pengabdian Masyarakat

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.
How to Cite
Abstract views: 42
|
PDF downloads: 20














